Oleh: Doug Copp *)
Top Artikel
Artikel Terbaru
Lintas Berita
Info Cuaca
Jumlah Pengunjung
Earthquake Bulletin
USGS M2.5+ Earthquakes
17 October, 2009
Tips Bertahan Hidup Saat Terjadi Gempa Bumi
Oleh: Doug Copp *)
16 October, 2009
Daftar 22 Korban Gempa Tewas di GAMA
Berikut daftar nama mereka yang diperoleh dari pengelola Bimbel GAMA. (joni/s)
1. Destelina, Ssi (Guru Biologi GAMA, alamat Kompleks Villaku, Siteba).
2. Intan Permata Sari (SD 03 Alai, alamat Petak 8 Tonggak Lampu Mata Air)
3. Nindy Suci R (SD 03 Alai, alamat Aspol Alai Blok H)
4. Taufik Hidayat (SD 34 Padang, alamat Simpang Lubuk Lintah)
5. Kharisma Maharani (SD Kartika I-11, alamat Jl. Proklamasi No. 41 A Tarandam)
6. Sukmatri Ananda (SMP 1 Padang, alamat Kampung Baru Cengkeh)
7. Audita Utami Ningtyas (SMP 5 Padang, alamat Jl. Tabek Kunci Gg. Tarantang No. 13 Andalas Timur)
8. Vitria Amanda (SMP 5 Padang, alamat Jl. Handayani 3 Siteba)
9. Alfioza (SMP 6 Padang, alamat Jl. Berlian 2 No. 198 Pegambiran)
10. Annisa Pertiwi (SMP 6 Padang, alamat Jl. Bakti ABRI Ampalu)
11. Desi Monica (SMP 6 Padang, alamat Jl. Bayuwangi, pasar Gaung Teluk Bayur)
12. Angga Aldino (SMP 9 Padang, alamat Kompleks Indovilla Blok A 1b Parak Laweh )
13. Jusriyani (SMP 11 Padang, alamat Kompleks Pondok Permai, Jl. Merpati 1 Blok 1 No. 5 Ulu Gadut)
14. Lestria Heidina (SMP 12 Padang, alamat Perum Belimbing, Jl. Apel 3 NO. 186)
15. Wynna Agustia(SMP 18 Padang, alamat Kompleks Mawar Putih Blok K Kuranji)
16. Goffi Pratama Sugito (SMP 19 Bungus, alamat Jaruai KM 9 Bungus Teluk Kabung)
17. Fadil Muhammad (SMP 21 Padang, alamat Perum UNAND Blok D/2 Ulu Gadut
18. Dewi Sartika (SMP 23 Padang, alamat Perum Bukit Villa Indah Kel. Koto Lua Kec. Pauh)
19. Fadhillah Nurul Putri (SMP 24 Padang, alamat Pegambiran)
20. Putri Wulandari (SMP 24 Padang, alamat Jl. Widuri 7 Pegambiran)
21. Khairannisa (SMP 30 Padang, alamat Perum Belimbing, Jl. Apel 6)
22. Dilla Yolanda (MTSN Model, alamat Jl. Bariang Indah 109 Anduring)
Ya Allah, berikanlah tempat yang mulia disisimu bagi mereka Ya Allah. Amin
kami turut berduka atas musibah yang terjadi, bagi yang ditinggal semoga tabah menerima cobaan ini..
Sumber : http://padangkini.com/
08 October, 2009
Ayat-Ayat Allah SWT Dalam Gempa di Sumatera
Waspada, Gempa Lanjutan di Sumatera Bisa 8 SR
JAKARTA - Gempa dengan kekuatan di atas 8 Skala Richter masih akan mengguncang wilayah Sumatera dalam waktu ke depan. Bahkan kekuatan gempa bisa jadi menyamai peristiwa Aceh seperti pada 2004 lalu.
Ahli Geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Danny Hilman Natawidjaja mengatakan bahwa tekanan lempeng masih terus terjadi di patahan pesisir Sumatera dalam beberapa tahun ini. Gempa Sumbar Rabu lalu bukanlah yang satu yang terbesar.
"Apa yang penting sekarang adalah bahwa gempa bukan yang terbesar yang akan terjadi. Gempa besar itu bisa di atas 8 SR. Sebuah skala yang dapat menyebabkan tsumani," papar Danny seperti dikutip Reuters, Sabtu (3/10/2009).
16 August, 2009
Informasi Gempa Lewat SMS Dari BMG
BMG sekarang memberikan layanan info gempa via sms. Info ini berasal dari website resminya yaitu : http://www.bmg.go.id/depan.bmkg atau www.bmkg.go.id
Cara untuk mendapatkan informasinya adalah kita tinggal kirim SMS ke nomor yang telah diberikan dengan format berikut :
ketik : gempa
lalu kirim sms ke : 08999999654
semoga bermanfaat
03 August, 2008
Perilaku Binatang Tanda Awal Bencana Tsunami
Gempa bumi dasar laut yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 berkekuatan 9.0 skala Ricther merupakan gempa dengan kekuatan terbesar setelah gempa Alaska pada tahun 1964 dengan kekuatan 9.2. Gempa ini berasal dari Samudera India, yaitu sebelah utara pulau Simeulue dan merupakan ujung pantai barat Sumatra Utara. Gempa ini menghasilkan gelombang raksasa tsunami yang menghancurkan pantai Indonesia, Srilangka, India Selatan, Thailand dan negara lainnya dengan tinggi gelombang lebih dari 30 meter.
Sampai saat ini korban jiwa manusia yang tercatat meninggal telah lebih dari 310.000 jiwa. Sedangkan jumlah binatang yang meninggal adalah relatif lebih sedikit atau bisa dikatakan bahwa dampak tsunami pada margasatwa adalah sangat terbatas, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa binatang lebih mempunyai kepekaan terhadap bahaya yang akan terjadi. Spekulasi ini dikuatkan oleh beberapa fakta yang terjadi beberapa jam sebelum terjadinya bencana Tsunami. Perilaku aneh beberapa binatang sebelum bencana tsunami telah diamati di Srilangka, sekitar 1 jam sebelum bencana tsunami terjadi, orang-orang di Taman Nasional Yala mengamati 3 ekor gajah berlarian menjauh dari pantai Patanangala menuju perbukitan. Kelelawar secara fantastis banyak berterbangan disebelah selatan kota Dickwella di Srilangka. Dan juga diamati 2 ekor anjing tidak mau diajak mendekati pantai di dekat Galle, padahal setiap harinya anjing-anjing itu berada disekitar tempat itu. Kejadian aneh juga terjadi di Thailand seperti yang di laporkan di media massa bahwa beberapa ekor gajah yang sedang membawa wisatawan berlari menuju bukit, untuk menyelamatkan penunggangnya sebelum bencana tsunami menghancurkan dinding air di Phuket, Thailand. Di sebuah cagar alam pantai selatan India juga diamati sejumlah Flamingo beterbangan menuju hutan yang lebih aman dari cagar alam tersebut sebelum bencana tsunami. Pada saat tsunami melanda Srilangka, sekitar ratusan gajah, macan tutul, harimau, babi hutan, rusa, kerbau air, kera dan mamalia yang lebih kecil serta sejenis reptilia telah melarikan diri dengan selamat menuju ke dataran yang lebih tinggi. Sedangkan sejumlah besar kura-kura ditemukan mati didaerah puing-puing disepanjang pantai di propinsi Aceh. Kepekaaan dan naluri binatang terhadap respon akan timbulnya bahaya yang tidak dimiliki oleh manusia ini bisa digunakan sebagai alat untuk peringatan pertama bencana alam yang bisa digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan manusia sehingga bisa mengurangi jumlah korban jiwa manusia sebagaimana bencana tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu.
Fisiologi yang berhubungan dengan panca indera binatang
Binatang memiliki panca indera yang super sensitif terhadap suara, temperature, sentuhan, getaran, aktifitas elektrostatis dan kimia serta medan magnet dan medan listrik. Sensitifitas ini memberikan mereka bisa mengetahui lebih awal beberapa jam sebelum bahaya bencana alam sebagaimana tsunami terjadi. Namun sensitifitas ini tidak dimiliki oleh manusia.
Gempa menimbulkan getaran yang berubah-ubah pada tanah dan air sedangkan angin badai menyebabkan perubahan elektromagnetik di atmosfer. Beberapa binatang mempunyai indera pendegaran dan penciuman yang peka sehingga membuat mereka bisa menentukan sesuatu yang akan datang dihadapannya lebih dahulu daripada manusia. Riset-riset dibidang komunikasi akustik dan seismik telah menunjukkan bahwa beberapa jenis ikan adalah sensitif terhadap getaran frekuensi rendah dan mendeteksi gempa jauh sebelum manusia merasakannya, disamping itu gajah juga bisa merasakan getaran-getaran yang dibangkitkan dari gempabumi yang menyebabkan tsunami.
Beberapa jenis binatang telah bisa mendengar tsunami yang akan datang dari saat gempa yang meletus dibawah dasar laut. Spesies burung, anjing, gajah, harimau dan binatang lainnya bisa mendeteksi frekuensi infrasonic antara 1-3 hertz dibandingkan manusia hanya pada frekuensi 100-200 hertz, sehingga binatang lebih memiliki sensitifitas pada gelombang suara berfrekuensi rendah dimana manusia tidak bisa mendengarnya.
Beberapa teori yang terkait dengan kepekaan binatang pada bencana alam
Teori alternatif yang telah mendapatkan persetujuan dari banyak pakar baru-baru ini berkaitan dengan kepekaan binatang pada bencana alam adalah (i) bahwa binatang bisa merasakan perubahan pada medan magnet yang terjadi didekat pusat gempa, sebagai misal adalah burung dara, kura-kura, lebah dan masih banyak lagi; (ii)spesies ikan dikenal sangat sensitif pada variasi perubahan muatan listrik di dalam air yang kadang-kadang adalah merupakan isyarat permulaan terjadinya gempa bumi; (iii) organisme di tanah bisa merespon perubahan polaritas dan konsentrasi ion atmosfir atau muatan partikel, sehingga hal ini bisa menyebabkan binatang tersebut bisa mendeteksi efek ionisasi udara dari gas radon yang kadang-kadang dikeluarkan dari bumi sebelum gempa bumi terjadi; (iv) efek piezoelektrik juga telah menunjukkan bahwa perubahan tekanan yang dikerjakan pada kristal sejenis kwarsa menghasilkan muatan listrik pada permukaan kristal, hal ini dipercaya bisa membangkitkan energi listrik yang cukup untuk membuat terbang ion-ion sebelum, selama dan setelah gempa bumi, sehingga binatang bisa mengantisipasi gempa bumi lebih banyak melalui kepekaannya terhadap gemuruh angin.
Peringatan awal bencana Tsunami
Sistem peringatan tsunami secara umum adalah merupakan suatu sistem untuk mendeteksi tsunami dan mengeluarkan peringatan untuk mencegah terjadinya banyak korban jiwa. Terdiri dari dua buah komponen pokok yaitu jaringan sensor utk mendeteksi gelombang tsunami dan infrastruktur komunikasi untuk mengeluarkan alarm atau sirine yang memperbolehkan evakuasi daerah pantai.
Banyak daerah pantai disekitar Laut Pasifik, terutama Jepang, Hawaii, Polynesia, Alaska dan pantai-pantai Pasifik Amerika Selatan, mempunyai sistem peringatan tsunami dan prosedur pengungsian jika terjadi tsunami yang serius. Walaupun begitu banyak lautan lain yang tidak mempunyainya, hal inilah yang menyebabkan banyaknya korban jiwa saat terjadi tsunami 26 Desember 2004 yang terjadi di Lautan India. Dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh PBB pada Januari 2005 di Kobe, Jepang telah diputuskan bahwa Sistem Peringatan Tsunami akan ditempatkan di Lautan India sebagai respon akibat terjadinya Tsunami Laut India 2004.
Tentu saja penyediaan Sistem Peringatan Awal Tsunami berteknologi tinggi adalah sangat membutuhkan dana yang luar biasa besarnya baik untuk biaya infrastruktur maupun biaya pemeliharaannya. Sebagai contoh seperti yang dikeluarkan oleh Website milik Nasa yang menyebutkan bahwa tiga dari empat peralatan peringatan Tsunami yang dipasang sejak tahun 1948 telah mengalami kerusakan dan biaya kerusakan alarm ini menjadi lebih mahal. Evakuasi perbaikan sistem peringatan di Hawaii ini telah menghabiskan biaya sebanyak 68 juta USD. Dari sini kita bisa membayangkan betapa besarnya biaya untuk penyediaan Sistem Peringatan Awal Tsunami dengan teknologi tinggi ini.
Peringatan awal sebelum terjadinya bencana alam ini sebenarnya bisa diperoleh secara alami dari perilaku aneh binatang sebelum terjadinya bencana. Binatang telah bisa digunakan secara potensial sebagai sistem peringatan teknologi rendah dan tentu saja biaya yang dibutuhkannya juga jauh lebih murah dibandingkan dengan sistem peringatan berteknologi tinggi.
Peneliti-peneliti telah lama mempelajari jenis-jenis binatang yang bisa diharapkan bisa mendengar dan merasakan sebelum bumi berguncang dan sebelum ombak besar tsunami menjalar menuju daerah pantai dengan menggunakan kepekaan inderanya sebagai alat prediksi. Kiyoshi Shimamura, seorang dokter kesehatan di Jepang pada bulan September 2003 telah menyampaikan hasil studinya di media massa berkaitan dengan studinya berkaitan dengan perilaku aneh dari anjing seperti menggigit, menyalak yang melampaui batas bisa digunakan sebagai alat untuk meramalkan terjadinya gempa riset ini dikaitkan dengan gempa Kobe pada tahun 1995 yang menewaskan sekitar 6.000 orang. Peneliti dari Turki, Sheldrake juga melakukan studi pada reaksi binatang sebelum terjadinya gempa yang meliputi gempa California tahun 1994 dan gempa Turki tahun 1999. Seperti yang dilaporkan bahwa anjing berperilaku secara misterius dan tidak bisa tidur di tengah malam, burung ・burung yang dikandang terlihat gelisah dan kucing-kucing terlihat takut dan selalu ingin bersembunyi sebelum saat terjadinya gempa bumi.
Dengan menelaah berbagai macam fakta, teori dan riset yang berkaitan dengan perilaku aneh binatang sebelum terjadinya bencana alam seperti yang telah diuraikan diatas, maka kepekaan binatang yang diekspesikan sebagai perilaku aneh ini bisa dimanfaatkan sebagai sistem peringatan awal bencana alam baik gempa bumi maupun tsunami. Perilaku aneh dari binatang ini bisa digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan pada manusia terhadap bencana yang akan terjadi. Tentu saja sistem komunikasi yang baik perlu dibangun untuk menyebarkan adanya peringatan awal tsunami ataupun bencana alam yang lainnya baik melalui televisi, radio, internet ataupun penyampaian informasi dari mulut ke mulut. Yang sangat tergantung pada lamanya waktu antara terjadinya gempa dan waktu yang dibutuhkan oleh perambatan tsunami menuju ke populasi disekitar pantai, ini adalah merupakan waktu yang sangat krusial untuk melakukan pengungsian masyarakat sekitar pantai untuk menuju ke daratan yang lebih tinggi, sehingga mereka terselamatkan sebelum datangnya gelombang tsunami. Disamping itu pendidikan tentang bahaya tsunami, tanda-tanda datangnya tsunami, persiapan dan bagaimana cara menyelamatkan diri jika tsunami terjadi pada seluruh masyarakat adalah merupakan faktor yang sangat penting.
Sehingga dengan memahami mulai dari peringatan awal tsunami baik dengan teknologi tinggi maupun dengan teknologi rendah melalui perilaku aneh binatang sebelum terjadinya bencana tsunami sampai dengan bagaimana cara menyelamatkan diri jika tsunami datang, Insya Allah bisa mengurangi jumlah korban jiwa dan tidak seperti kejadian bencana tsunami 26 Desember 2004 yang menewaskan lebih dari 300 ribu orang.
Yang Dilakukan Bila Terjadi Gempa Maupun Tsunami
MELINDUNGI DIRI PADA SAAT TERJADI GEMPA BUMI
BILA BERADA DI LUAR RUANGAN
Di Jalan
Bila merasakan getaran kuat, lindungi kepala dengan tas dsb., berlarilah ke tempat yang lapang, bangunan yang kuat atau di bawah pohon di tepi jalan. Ingatlah bahaya dari pecahan kaca atau papan yang jatuh. Menjauhlah dari pagar beton, pintu gerbang, lokasi pembangunan gedung, peralatan berat dll.
Di basement
Lantai basement pada umumnya aman karena guncangannya kecil. Jangan bertindak tergesa-gesa, bergeraklah dengan tenang. Lindungi kepala dengan tas dsb., merunduk dan mendekatkan badan ke tembok. Bila listrik mati, biasanya ada lampu darurat. Meskipun gelap, berjalanlah menyusuri dinding sehingga sampai ke pintu keluar. Bertindaklah dengan tenang.
Di mal atau pasar swalayan
Lindungi kepala dengan tas, keranjang belanja dsb., menjauhlah dari rak barang atau etalase. Sandarkan tubuh pada tiang atau dinding sambil menunggu getaran berkurang. Bila membawa anak, senantiasa memegang erat tangan anak. Ikuti panduan karyawan toko dan jangan berdesakan ke tangga darurat atau tangga jalan karena berbahaya. Jangan gunakan lift karena bila terjadi mati listrik, lift akan terhenti di tengah jalan.
Di bioskop atau teater
Berdiri dari tempat duduk, kemudian berjongkok sambil melindungi kepala dengan tas dsb. Bergeraklah sesuai panduan petugas dan tidak berdesakan ke pintu keluar.
Di peron/stasiun
Berpegangan erat-erat pada tiang dsb. Berhati-hatilah agar tidak jatuh dari peron. Menjauhlah dari papan pengumuman, lampu neon, kamera monitor, mesin atau alat besar. Lindungi kepala dengan tas atau merunduk ke bawah kursi untuk melindungi kepala dari benda-benda yang berjatuhan.
Disaat mengemudi
Meskipun merasakan getaran, jangan menginjak rem secara mendadak karena sangat berbahaya. Kurangi kecepatan kendaraan, menepilah ke tepi kiri jalan dan hentikan kendaraan. Bila berlindung ke tempat lain, jangan kunci mobil. Kunci mobil tinggalkan di tempat. (Catatan : nasihat ini mungkin kurang sesuai dengan kondisi di Indonesia. Silakan pertimbangkan sendiri hehehehehe)
Di pantai
Oleh karena ada kemungkinan terjadi tsunami, bila merasakan getaran segeralah berlindung ke tempat yang lebih tinggi. Tsunami dapat datang tiba-tiba sebelum sirene atau peringatan diterima.
BILA BERADA DI DALAM RUMAH
Lindungi Tubuh
Yang perlu diprioritaskan adalah melindungi tubuh. Bersembunyilah di bawah meja atau bergeraklah ke ruangan yang sedikit peralatannya. Bila tidak ada meja, lindungi kepala dengan bantal atau buku dsb. Pastikan keselamatan orang-orang di dalam rumah dengan memanggil dan menanyakan keadaan mereka. Jangan berlari ke luar dengan tergesa-gesa. Berhati-hati dengan jatuhnya pecahan genting atau kaca.
Memastikan kondisi pintu keluar
Bila terjadi guncangan yang besar, ada kalanya pintu maupun jendela tidak dapat dibuka karena terjadi perubahan bentuk sehingga kita terperangkap di dalam ruangan. Bila kondisi tubuh kita dalam keadan baik, perhatikan jeda waktu guncangan dan cobalah untuk memastikan kondisi pintu maupun jendela dengan membukanya sedikit.?
Penanganan api
Bila terjadi guncangan pada saat kita sedang menggunakan api, segera matikan. Namun demikian, utamakanlah keselamatan diri. Bila guncangannya besar, matikan api setelah guncangan reda. Perhatikan pula katup gas agar berada dalam kondisi tertutup meskipun tidak ada api. Putuskan seluruh koneksi ke listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran pada saat listrik menyala kembali.
Jangan lengah meski guncangan reda
Sekali lagi pastikan keselamatan orang-orang serumah. Setelah terjadi gempa besar biasanya terjadi gempa susulan. Hindari lemari buku atau lemari es dsb karena ada kemungkinan jatuh pada saat gempa susulan. Carilah informasi yang benar melalui radio atau televisi.
Catatan tambahan:
Selalu siapkan air minum dan makanan kering secukupnya di dalam rumah.
MELINDUNGI DIRI DARI TSUNAMI
Bila terjadi gempa, segera cari perlindungan. Dalam menyelamatkan diri dari tsunami kita berpacu dengan waktu. Kecepatan tsunami dapat mencapai 100 km sehingga kita tidak akan sempat lari bila tsunami sudah terlihat. Ada kalanya tsunami tiba sebelum peringatan kita terima. Bila merasakan guncangan yang keras atau guncangan kecil dalam waktu yang cukup lama, menjauhlah dari pantai dan berlindunglah ke tempat tinggi yang aman. Bila kita tidak merasakan getaran namun mendengar peringatan, segera berlindung.
Menjauhlah dari pantai, berlari ke tempat yang lebih tinggi Pada saat berlindung, ingatlah untuk mencari tempat yang “lebih tinggi” dan bukan yang “lebih jauh” dari pantai.
Bila tsunami datang dengan cepat sehingga tidak sempat untuk berlindung, usahakan untuk berlari ke bangunan yang kuat dengan ketinggian lebih dari 3 lantai.
Jangan lengah meskipun guncangan kecil. Getaran gempa yang dapat kita rasakan berbeda antara getaran seismik dengan getaran magnitude (skala Richter). Meskipun getaran yang dirasakan kecil, dapat terjadi tsunami yang besar. Bila terjadi getaran lemah dalam waktu yang panjang, jangan lengah, segeralah berlindung.
Jangan ke arah pantai sampai peringatan bahaya dicabut. Banyak kali tsunami datang dalam 2 atau 3 gelombang dan ada kalanya gelombang yang ke-2 dan ke-3 lebih besar dari yang pertama. Jangan lengah setelah gelombang pertama. Jangan sekali-kali mendekati pantai sampai peringatan bahaya dicabut.
Mencari informasi yang benar. Carilah informasi yang benar melalui radio, televisi, HT dsb., bertindaklah dengan tenang.


