sungguh Allah telah mengabadikan jasad orang-orang / kaum terdahulu yang berlaku zalim terhadap Allah dengan mengawetkan jasad-jasad mereka seperti mumi fir’aun, harta qarun dan baru-baru ini di kawasan Timur tengah ditemukan tengkorak kaum A’ad yaitu kaum nabi Hud as yang pernah ditenggelamkan oleh Allah dengan air bah.Kerangka tersebut tidak sengaja ditemukan oleh beberapa pekerja tambang yang hendak menggali tanah untuk keperluan ekplorasi gas dan minyak, setelah beberapa lama mereka menggali tanah ternya alat menggali mereka membentur suatu benda yang cukup keras dan setelah diperdalam penggaliannya ternyata didapatkan sebuah kerangka manusia yang berukuran besar, setelah beberapa jam kemudian para wartawan mulai berdatangan namun pihak pemerintah setempat melarangnya untuk mengambil gambar tersebut, namun sebuah helikopter tidak sengaja telah memotret gambar tersebut dari atas dan tersebar di internet hingga sampailah di weblog ini. Setelah di teliti oleh beberapa arkeolog setempat maka dapat disimpulkan bahwa kerangka manusia tersebut adalah manusia yang hidup dijaman nabi Hud as.Mudah-mudahan kita semua pandai mengambil pelajaran dari sejarah yang telah berlalu.
PADANG, 05-01-2008--> Selain mendatangkan berkah bagi tukang parkir, penemuan gurita berkepala manusia di Jalan Berok I No. 48 Padang juga mendatangkan ide bagi warga setempat menjadi fotografer dadakan.Setidaknya di sekitar lokasi, ada enam orang yang menjajakan foto-foto gurita hasil jepretan sendiri dari kamera ponsel, Senin (5/1).Salah satunya Komeng, 34 tahun yang menjual puluhan foto gurita berkepala manusia kepada pengunjung di lokasi. Dia mengaku memotret menggunakan kamera ponsel lalu mencetak dan menjualnya.Untuk setiap foto berukuran 10 R, komeng menjualnya seharga Rp. 20 ribu. Hingga siang Komeng telah mendapat Rp. 400 ribu dari hasil menjual 20 lembar foto. Harga yang mereka jual itu bervariasi. Untuk ukuran 3 R itu harganya Rp. 3 ribu dan untuk ukuran 4 R harganya sebanyak Rp5 ribu.Penjual foto lainnya adalah Nur, 43 tahun yang menjajakan foto gurita kepala manusia berukuran 3 R seharga Rp. 3 ribu dan 4 R seharga Rp. 5 ribu. Hingga siang, Nur telah berhasil mengumpulkan uang Rp. 50 ribu.
Sebuah legenda telah diceritakan secara turun temurun sejak lama di Amerika Tengah. Baik suku Maya dan suku Aztec percaya bahwa dunia telah dihancurkan 4 kali dan yang kita tempati sekarang adalah dibawah Matahari ke 5. Raksasa hidup dibawah matahari pertama, dunia mereka telah dihancurkan oleh air. Matahari kedua menyaksikan naga dari udara menghancurkan dunia dan orang-orang diubah menjadi kera, hanya seorang pria dan seorang wanita yang diselamatkan. Matahari ketiga telah dihancurkan oleh api surga (meteor), manusia pada masa itu hanya makan buah-buahan…Pada masa Matahari ke 4, manusia telah mati karena kelaparan, yang diikuti dengan banjir api dan darah. Diperkirakan akhir dari dunia ke 5 telah tiba karena Bumi telah bergetar (dikarenakan kemungkinan akan terjadinya pembalikan kutub magnet Bumi). Kemudian semua kehidupan akan lenyap.Mungkin anda telah mendengar tentang kalender suku Maya. Dimulai dari 13 Agustus 3114 Sebelum Masehi, dan akhir jaman diperkirakan akan jatuh pada 21 Desember 2012. Ini berhubungan dengan Venus. Tetua suku Maya meninggalkan naskah kuno berisi berbagai ramalan, khususnya mengenai gerhana matahari. Mereka dianggap sebagai ahli astronomi yang terkenal.Pada suatu masa ketika manusia menghuni 12 planet, terdapat 13 tengkorak kristal yang ditinggalkan. Mereka meninggalkannya untuk orang di Bumi. Orang Atlantis meninggalkannya untuk suku Maya. Bila digabungkan bersama, tengkorak ini dapat menyingkap informasi tentang asal usul kita dan bagaimana cara untuk menghindari bencana di masa yang akan datang. Nenek moyang kita dapat membuatnya berbicara, rahangnya dapat bergerak. Kita mungkin bisa menganggapnya sebagai sebuah komputer super canggih.Hasil dari berbagai penelitian tentang tengkorak ini sangat mencengangkan. Sebut saja penelitian pada tengkorak yang dinamakan Anna Mitchell-Hedges yang dilakukan oleh laboratorium Hewlett Packard. Hasilnya bisa diringkas sebagai berikut: “Peneliti kami tidak dapat menjelaskan bagaimana cara tengkorak ini dipahat pada masa lalu tanpa menggunakan alat-alat jaman sekarang.”Menurut seorang ahli di Hewlett Packard, akan membutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk memahat tengkorak Anna Mitchell-Hedges meskipun menggunakan alat-alat modern. Tidak dapat dijelaskan bagaimana sebuah pahatan yang rapuh dapat bertahan utuh menghadapi goncangan-goncangan dan panas bumi.Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa saja membantu memberikan bukti kebenaran dari legenda ini.Perlu diinformasikan pula bahwa sejak akhir abad ke 19, perdagangan tengkorak kristal telah dimulai, namun kebanyakan adalah merupakan duplikat. Jadi ini adalah legenda atau….bukan..?